Misteri & Alam Ghoib

ISIM DAN RAJAH

ISIM DAN RAJAH

Image

Isim adalah tulisan-tulisan (bisa arab atau simbol tulisan lain) yang biasa digoreskan pada kertas, kain, badan manusia, atau medium lainnya, yang mana tulisan atau simbol-simbol itu itu dipercaya memiliki kekuatan ghaib. Isim atau rajah kadang ditempelkan di dinding atau pintu rumah atau disimpan di ikat pinggang, dompet, peci, atau dimana saja yang dipercaya akan membawa dampak sesuai tujuan dibuatnya. Ada juga yang terdiri dari tulisan jajaran beberapa huruf arab lalu dicelupkan ke dalam botol minyak wangi tertentu, atau dibungkus dalam kantung kain dicampur dengan biji2an atau bunga2an atau benda lain.

Terkadang tulisannya adalah potongan2 ayat Qur’an namun kadang kala juga terdiri dari deretan huruf-huruf arab saja. Hal ini dilakukan berdasarkan keyakinan bahwa tiap-tiap huruf itu ada khodam yang menjaganya. Hal Ini semua tidak ubahnya sebagai jimat.

Dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Nabi SAW melihat seorang laki-laki memakai gelang jimat, maka Nabi SAW bertanya, “Apa ini ?”. Orang tersebut menjawab, “Ini adalah jimat”. Nabi SAW bersabda, “Itu tidak menambah kepadamu kecuali beban berat. Buang saja jimat itu. Karena sesungguhnya jika kamu mati masih memakai jimat, maka kamu akan diserahkan kepadanya (Allah tidak akan menolongmu)”. (H.R. Ibnu Hibban juz 13, hal. 449, no. 6985)

Mengapa harus huruf Arab? Tentu saja ini adalah tipu daya Jin karena jaman sekarang mayoritas sudah muslim, sehingga jika isimnya menggunakan huruf sansekerta pasti manusia akan menolaknya. Adapun isim di jaman Majapahit ya kemungkinan besar menggunakan aksara sansekerta.

Jabir berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di daerah Arab, akan tetapi (syaithan akan diikuti) dalam hal persaingan dan saling kasar di antar mereka” (H.R. Muslim)

Sedangkan rajah adalah tulisan arab dan mantera2 yang digoreskan kepada punggung atau badan seseorang. Tulisan ini bukan dibuat dari tinta, melainkan digoreskan menggunakan air sihir (air yang dimanterai). Tujuan semua ini adalah untuk perlindungan atau memagari orang dari gangguan ghaib.

Baik Isim maupun rajah keduanya sebenarnya adalah tipu daya jin dan dukun-dukun sebagai anteknya walaupun sebagian dukun itu ada yang berperilaku dan berpenampilan Islami, dengan menyandang gelar ajengan atau kyai. Sesungguhnya yang terjadi adalah Isim dan Rajah itu berguna untuk memanggil jin-jin khadam (pelayan / pelindung) yang disuruh untuk melindungi seorang manusia dari gangguan jin lainnya.

Memang benar hal ini bisa manjur sebagai upaya perlindungan, namun duduk masalah sebenarnya ini adalah upaya mengusir jin dengan jin yang lebih kuat. Ibarat di lingkungan kita diganggu oleh preman maka kita berlindung dengan cara mendatangkan preman lain yang lebih kuat.

Jika gangguan ini berasal dari jin-jin iseng di sekitar, maka ini bisa jadi berhasil. Namun dalam beberapa kasus, jika gangguan jin ini bermula dari kiriman dukun, ketika kita berhasil menolak gangguan dengan cara memelihara jin yang lebih kuat, maka sang dukun itu akan mengirim jin lagi yang lebih kuat lagi. Maka akhirnyapun kita terpaksa mendatangkan lagi jin yang lebih lebih kuat lagi dan seterusnya. Seringkali jin kiriman dan jin yang melindungi kita bertempur dan terdengar suara berdebum di atap rumah. Akhirnya yang terjadi adalah kehidupan kita tidak tenang bahkan tidak jarang berimbas pada suasana rumah yang panas (emosional), rejeki seret, terjadi percekcokan antar saudara, tetangga, atau antar suami isteri.

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (Q.S. Al-Maa’idah [5] : 91)

Dampak yang ditimbulkan oleh jin sebagai timbal balik jasa yang ia berikan terkadang amat halus dan samar sehingga tidak kita sadari. Terkadang efeknya bukan pada diri si pelaku melainkan pada anggota keluarga lainnya.

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (Q.S. Al-Israa’ [17] : 53)

Dari Misyrah bin Ha’an bahwasanya dia mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memakai jimat, maka Allah tidak akan menyempurnakannya, barangsiapa yang memakai rumah siput (sebagai jimat), maka Allah tidak akan memberi ketenangan padanya. (HR. Ibnu Hibban juz 13, hal. 450, no. 6086)

Perilaku mengusir jin dengan jin (mendatangkan jin yg lebih kuat) adalah syirik dan terlarang. Dan perlu diketahui, semakin kuat jin yang kita datangkan atau semakin canggih perlindungan yang kita minta, biasanya akan dituntut timbal balik yang semakin nyata kesesatannya. Yang semula syaratnya hanya pantangan-pantangan yang sepele, lama-kelamaan akan diminta syarat yang semakin nyata kesesatannya misalnya dengan memberikan sesaji atau melakukan ritual tertentu yang tidak Islami. Namun biasanya ketika sudah terbelit masalah dan putus asa, orang sudah gelap mata dan tidak peduli dengan apapun syarat yang diminta. Sehingga semakin sesatlah manusia dijerumuskan oleh Jin.

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari golongan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (Q.S. Al Jiin [72]:6)

Dengan pembuatan rajah-rajah itu justru akan mendatangkan jin-jin dan cepat atau lambat jin akan meminta imbalan dan tumbal atas pekerjaan yang telah ia lakukan dan selalunya imbalan yang diminta bersifat kemusyrikan, keburukan, permusuhan, kemaksiatan dan hal-hal buruk lainnya. Kadang karena orang tuanya memasang rajah dan isim di badannya atau rumahny maka efeknya pada anggota keluarga lain yang saling bermusuhan, hawa nya panas, saling dengki, malas ibadah, atau anak-anaknya bermaksiat, istrinya selingkuh, atau hal-hak keburukan lainnya yang inti hasil akhirnya adalah hancur berantakan keluarga orang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s