Uncategorized

Kenapa Harus Sembunyi Dibalik TOPENG

Cobalah Untuk Menuju Kekehidupan Yang Sebenarnya

Mengapa kita harus bertopeng?……ataukah karena kita tak mampu untuk melihat siapa diri kita sebenarnya?…….Pertanyaan ini sering mengusik di benakku. Banyak diantara kita tanpa sadar selalu bertopeng kemanapun kita berada…..tanpa pernah sedikitpun mencoba tuk melepaskannya. Fenomena ini selalu mengusikku…..karena tanpa sadar…….sebagai manusia biasa, kadang kita terperangkap di dalamnya.Tapi ini adalah suatu pilihan bukan keharusan, karena kita akan memilihnya menurut nurani kita masing masing.Kalau boleh berpendapat…..mengapa kita harus terus menipu diri sendiri dan orang di sekitar kita?…..bukankah lebih baik kita tampilkan diri kita apa adanya. Bagiku pribadi…..semua itu pasti akan melelahkan. Aku selalu berusaha dan terus  akan berusaha menampilkan diriku apa adanya……tanpa pernah berusaha menutupinya. Menurutku……silahkan orang menilai pribadi kita…..toh semua pilihan yang akan kita ambil  akhirnya akan berpulang  ke diri kita  masing masing…….jadi untuk apa memperdulikan penilaian orang lain…..yang sudah pasti  akan membuat rasa lelah yang teramat menyiksa. Semua ini hanya pendapatku pribadi, silahkan bagi yang berbeda pendapat, karena hidup ini  sudah penuh dengan segala  tipu daya kebohongan disamping keindahan yang terlihat.

Jadi, untuk apa kita menambahi segala kebohongan itu dengan  topeng yang akan menutupi  diri kita sebagai pribadi yang apa adanya. Aku yakin pasti sangat menyiksa dan melelahkan. Jadi,lepaslah topengmu.., maka kita akan  melawan  segala kebohongan dengan kejujuran,. Hingga pada akhirnya kita akan segera mampu melihat segala keindahan dunia.

Banyak orang yang terasosiasikan kaya, sempurna, pintar dan aneka branding ‘wah’ yang terbangun. Tidak ada yang salah dengan asosiasi ini tetapi ketika sesungguhnya ‘kurang pas’ dengan kondisi riil bagi sang pemilik hanya berpotensi mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan.

Banyak orang memakai parfum tertentu, gadget tertentu, mobil tertentu, tinggal dirumah tertentu dan aneka gaya hidup berkelas yang lain padahal semua itu diluar kemampuan yang sesungguhnya. Dia memaksa diri memilikinya dengan segala cara. Sungguh, banyak orang yang hidup dibalik topeng yang dia pasang sendiri. Dalam istilah jawa; kebo mangan koro-remuk njero ora ketara (sesungguhnya hancur-hancuran tetapi tidak tampak diluar). Anda pernah melihat gaya hidup orang-orang seperti ini? Semoga anda tidak termasuk, amit-amit jabang baby. Naudzubillah.

Saya mengenal dekat seorang sosialita ternama dengan bayaran yang tidak sedikit sekali mangung, kehidupannya seakan paradok dengan panggungnya. Dia tinggal di rumah sederhana tipe 36, mobilnya ‘cuma’Avansa tipe S, setiap tampil selalu berbatik dan itupun bukan batik tulis yang gampang ditebak berapa harganya. Busana kebesarannya dirumah adalah kain sarung untuk segala aktifitasnya termasuk menyambut tamu-tamu istimewanya.

Saya bayangkan betapa banyak ‘sisa’ uang yang dia miliki dari bayarannya minus biaya-biaya hidupnya. Orang ini sungguh kaya dan bahagia, demikian benak saya. Pasti tipe-tipe orang seperti ini tidak pernah dipusingkan dengan kendaraan tunggangan, kualitas busana, kelas hotel, penerbangan dan lain-lain.

Kenalan saya yang lain, penghasilannya sungguh besar tetapi pengeluarannya besar pula karena gaya hidupnya. Mobilnya memang tipe SUV papan atas, rumahnya wah di kawasan bergengsi pula. Tetapi setahu saya, hidupnya bak seperti roller coaster, selalu pontang-panting hingga mukanya selalu mencerminkan stres akut dan penampilannyapun tampak lebih tua dari usianya.

Tidak ada yang salah dengan aneka kemewahan bahkan sah-sah saja kita nikmati sebagai bagian dari syukur kepada Tuhan, tetapi ketika harus bermain dikelas yang sesungguhnya belum kelasnya hanya akan menghadirkan penderitaan yang tak berkesudahan.

Hidup adalah memilih dan setiap pilihan selalu membawa konsekuensi, gaya hidup seperti apa yang anda pilih? Bertopeng atau tampil apa adanya!

Agama mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan, semua paham. Tegas-tegas Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas bahkan yang melampaui batas dinobatkan sebagai teman-temannya setan, demikian firman-Nya yang begitu jelas. Pelanggaran ini tentu harus ada konsekuensi yang harus dibayar bagi pelanggarnya.

4 thoughts on “Kenapa Harus Sembunyi Dibalik TOPENG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s